Wabup Muqit “Peringatan Hari Bela Negara adalah Momen Untuk Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air”

18 Desember merupakan hari yang dtetapkan sebagai hari bela negara. Dalam upacara peringatan Hari Bela Negara (HBN) 2018 di Alun – alun Jember, 19/12. Wakil Bupati Jember, Drs KH Abdul Muqiet Arief, menyampaikan amanat Menkopolhukam RI, Wiranto. 

Wabup Jember, KH. Abdul Muqit Arief, saat membacakan amanat Menkopolhukam RI pada Peringatan Hari Bela Negara, di Alun-alun Jember, 18/12.

Dalam wawancaranya setelah melaksanakan Upacara peringatan Hari Bela Negara, Wabup Muqit mengatakan dalam peringatan hari Bela Negara ini, bisa dijasikan momen bagi masyarakat Indonesia selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menumbuhkan cinta tanah air dan selalu membangun optimisme bagi bangsa dan negara sesuai tugas dan profesi masing-masing.

Berbagai atraksi yang ditampilkan oleh para muda mudi Jember di Peringatan Hari Bela Negara


“Sejak dulu bela negara memiliki konteks yang sangat luas dan kompleks. Bela negara bukan hanya sekedar soal fisik dan senjata saja, tapi juga dengan berbagai upaya dari berbagai profesi,” ungkap Muqiet dalam pidatonya, Rabu (19/12).
Wabup Muqiet juga menyampaikan kepada segenap aparatur dan alat negara, baik sipil maupun militer, untuk tetap profesional terhadap tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Bela negara merupakan kerjasama bagi segenap elemen bangsa dan negara, bukan hanya pemerintah, apalagi nomenklatur program ilustrasi. Bela negara adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat semua profesi, baik pendidikan, media, tokoh pemuda, tokoh agama dan profesi lainnya,” jelasnya.


Muqiet juga menegaskan, dalam upaya pembelaan negara, pemerintah telah menerbitkan Inpres nomor 7 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional bela negara. Selain itu saja, lanjut Muqit, Inpres ini untuk melengkapi perwujudan bela negara dalam UUD 1945 dan perundangan – undangan pertahanan negara dan bela negara sebagai hak asasi bangsa Indonesia.


“Hak tersebut tertuang sebagaimana Pasal 8 UU nomor 39 tahun 1999. Pasal tersebut mengamanatkan agar bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya dapat memberikan sumbangsihnya dalam bela negara dalam segala bidang,” tuturnya.

Hits: 40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.