Seskemenko Perekonomian Apresiasi Pembangunan Pasar Tradisional Jember

Bupati Faida bersama Seskemenko Perekonomian, Susiwijono, saat melihat pembangunan Renovasi Pasar Tanjung Jember, 22/11

Persaingan global dengan pasar modern yang membuat pemerintah Kabupaten Jember melakukan pembenahan terhadap pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jember.

Bupati Faida bersama Seskemenko Perekonomian, Susiwijono, saat melihat pembangunan Renovasi Pasar Tanjung Jember, 22/11

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., bersama Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono, langsung meninjau lokasi renovasi di 2 pasar besar Kabupaten Jember, yaitu Pasar Tanjung dan Pasar Mangli. Selain melihat pembangunan pasar, Bupati Faida dan SesKemenko Perekonomian, juga bercengkrama langsung dengan para pedagang untuk menanyakan harga-harga melihat stabilitas harga harga di pasar.

Dalam tinjauan yang berlangsung tadi, Kamis, 22/11, Bupati menjelaskan, pasar rakyat merupakan pusat perputaran ekonomi rakyat. “Dulu yang pasar tradisional identik dengan bau dan kumuh, sekarang harus berubah. Sudah jaman now. Pasar boleh namanya pasar tradisional, tetapi bangunan pasarnya modern, manajemennya modern, yang jual tetep rakyat, yang dibeli tetap kebutuhan rakyat,” Ungkap Faida.

Bupati Faida bersama Rombongan juga menyempatkan diri menyapa para pedagang di Pasar Tanjung dan Pasar Mangli, 22/11

Ditegaskan oleh Faida, bahwa Tahun ini Pemkab Jember memperbaiki 14 pasar pasar tradisional. Renovasi 12 pasar ditarget selesai akhir tahun ini. “untuk pasar induk dan Pasar Tanjung dibangun dalam 4 tahap. Sekarang  sedang melaksanakan tahap pertama”, imbuhnya.

Terkait renovasi pasar ini, Bupati Jember sangat senang jika semua pedagangnya mendukung dan kompak, tidak terpecah belah atau diadu domba.

Bupati Faida sangat mengapresiasi komitmen pedagang untuk bersama-sama membantu Pemkab Jember guna memperbaiki pasar tradisional agar semakin diminati oleh masyarakat. “Untuk jalan akses ke pasar harus lancar, tidak macet. Saat ini juga ada pendataan dan rencana penataan para pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan”, kata Faida.

Secara tegas juga dikatakan bahwa dipastikan tidak akan ada titip-titipan kepada siapapun terkait dengan Los pasar yang akan ditempati pedagang. “Secara bertahap penataan berdasar barang dagangan. Seperti penjual sayur ditempatkan di los sayur yang disediakan. Kedepannya, semua pedagang harus bisa menjadi satu di pasar”, Tegasnya.

Total anggaran renovasi seluruh pasar mencapai hampir seratus milyar rupiah untuk 14 pasar di Jember. Sampai akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp 75 miliar. Pasar Tanjung sendiri dianggarkan Rp. 10 Miliar.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, Menjelaskan kepada Seskemenko Perekonomian Terkait Pembangunan Pasar Tanjung sebagai Pasar kebanggaan di Jember

Sementara itu, Sesmenko Perekonomian RI, Susiwijono, SE , ME, yang ikut langsung meninjau pembangunan pasar sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Jember yang luar biasa untuk membangun kembali pasar sebagai urat nadi perekonomian rakyat.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan Presiden RI, Joko Widodo, yang selalu mendorong supaya pasar sebagai pengangkat ekonomi rakyat betul betul diperhatikan dan benar-benar menjadi nadi perekonomian yang mampu memberikan kesejahteraan bersama.

Menurut SusiWijono, dengan 14 pasar yang dibangun secara bersamaan menggunakan anggaran daerah itu merupakan langkah brilliant Pemerintah Kabupaten Jember, yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat kecil.

Seskemenko Bidang Perekonimian ini, berharap upaya seperti ini juga bisa dijalankan oleh Pemkab-Pemkab  lain yang ada di Indonesia, sehingga kemajuan yang ada, mulai di perkotaan sampai di perdesaan, dirasakan betul oleh rakyat.

Bupati Faida juga menanyakan keadaan harga pasar kepada pedagang 

“Tidak mudah mengatur pedagang, apalagi membiat Zona agar semua pedagang itu bisa menjadi satu”, jelasnya.

Susiwijono berharap masyarakat juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bupati Jember, Bagaimana Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya sekedar membangun sarananya saja, akan tetapi Pemerintah juga hadir untuk menata kembali para pedagang sehingga itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarkat sendiri.

Hits: 67

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.