Latsitarda XXXIX, Kabupaten Jember Jadi Tuan Rumah

Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) XXXIX tahun 2019, kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember, 2/5. Latsitarda kali ini melibatkan sebanyak 300 taruna, yang diikuti oleh Taruna Akmil, Taruna Kepolisian, Taruna IPDN, serta sekitar 25 orang dari kalangan Mahasiswa di Kabupaten Jember.

Bupati Faida bersama Dandim 0824 Jember saat melakukan pemeriksaan pasukan dalam Upacara Pembukaan Latsitarda XXIX, Alun-alun Jember, 2/5

Para taruna, praja, dan mahasiswa ini juga akan dilibatkan dalam program penyelesaian adminduk yang sekarang sedang tren di masyarakat yaitu menyelesaikan masalah KTP, KIA, serta isbat nikah. “Mereka akan kita libatkan dalam program pemerintah,” terang Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Menurut Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, ini merupakan sinergi yang baik.
Peserta akan mengikuti kegiatan Latsitarda selama dua minggu. Mereka juga akan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Dimana, ungkapnya, Kegiatan fisik tersebut diantaranya pembangunan sanitasi, jamban, maupun rehap musholla. “Sehingga kehadiran Latsitarda benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar bupati.

Tak hanya kegiatan fisik saja, akan tetapi juga akan melakukan Kegiatan non fisik sebagai bagian aktifitas peserta, diantaranya sosialisasi masalah bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, dan bela negara.
“Sungguh sangat tepat kalau para taruna ini yang masuk pada anak-anak muda, karena sama-sama muda,” ungkap orang nomor satu di Jember ini.

Menurut Bupati Faida, bahwa kegiatan yang diikuti para peserta dalam Latsitarda ini menjadi ajang untuk membangun sinergi. Sebab, lanjutnya, para taruna-taruna ini akan turun ke masyarakat, yang membutuhkan sinergi dengan pihak-pihak lain dalam rangka memberikan pelayanan bagi masyarakat.
“Latsitarda ini bisa menjadi ajang latihan bagi mereka, bersama masyarakat, di tengah masyarakat untuk masyarakat,” tutur Bupati Faida.

Untuk itu, Bupati berpesan agar para taruna-taruna ini mampu memahami perannya saat turun kedalam kehidupan masyarakat. Karena, lanjutnya, masyarakat berharap taruna dan praja bisa menyelesaikan persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
“Disini tempat untuk menempa jiwa kaursa dan jiwa kepemimpinan guna memberikan pengabdiannya pada masyarakat”, pungkas Faida

Hits: 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.