Kyai Muqit : “Teladani Rasulullah Dalam Membangun Persatuan Umat Islam Dalam Sistim Berbangsa dan Bernegara”

Banyak hal yang terkandung dalam peringatan Mualid Nabi Besar Muhammad SAW, termasuk tauladan yang harus kita contoh dari prilaku Baginda Rasulullah SAW dalam membangun Negara dan Masyarakatnya menjadi satu kesatuan yang kokoh.

Ditegaskan oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, bahwa Sudah sering sholawat disenandungkan. Sudah sering pujian kepada Nabi Muhammad SAW dilantunkan. Tapi, meneladani jarang dilakukan.

“Karena itu, sudah waktunya kita mengimbangi dengan mengikuti Rasulullah,” tutur Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief, Kamis malam 8 November 2018.

Ajakan itu disampaikan Wabup Jember yang juga pengasuh Ponpes Al-Falah, Silo ini, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Pringgodani, Kecamatan Sumberjambe. “Kita Teladani Nabi dalam Berbangsa, Bernegara, dan Beragama” tersebut, Wabup menegaskan Rasulullah adalah teladan yang sangat sempurna dalam segala bidang.

Karena itu, ungkap Kyai Muqit, penting bagi kita, Umat Rasulullah SAW, untuk memahami teladan yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW, dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama.

Didalam Catatan sejarah, Jelasnya, Rasulullah telah menorehkan salah satu perjanjian perdamian saat Rasulullah SAW melakukan Hijrah ke Madinah. Dimana Rasulullah telah berhasil menyatukan suku-suku yang berada di jazirah Arab.
“Menjadi saudara yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Selain mengajak untuk meneladani Rasulullah, Wabup Kyai Muqit juga mengingatkan agar para santri menuntut ilmu yang tinggi.

Wabup Jember, KH. Abdul Muqit Arief, Dalam Peringatan Maulid Nabi Di Ponpes Miftahul Ulum, Sumberjambe, tadi Malam.

Dari ilmu yang didapat tersebut, para santri akan memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum KH Habiburrohman Mahfud menjelaskan peringatan maulid Nabi untuk melihat apa saja yang bisa diteladani dari Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan  beragama.

“Kita teladani apa yang diajarkan Nabi, bagaimana berbangsa, bernegara, dan beragama,” ujar KH Habiburrohman.

Ia menjelaskan, dalam sejarah, Rasulullah telah mencetak para sahabatnya menjadi ahli dalam berbagai bidang. Seperti ahli ekonomi, ahli perang, ahli dagang, Astronomi, dan banyak tokoh-tokoh Islam yang menjadi pioner dalam hal Ilmu pengatahuan (Scient).

Untuk itu, ungkap Kyai Habiburrohman, sebagai umat Islam jangan mudah terpecah belah, dan terpengaruh dengan informasi-informasi yang bisa menyesatkan kita.

Hits: 33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.