Kopi andalan Kabupaten Humbang Hasandutan, Sumut, Diambil Dari Benih Persilangan Dengan Bibit Kopi Jember.

 

Kunjungan Kerja Kabupaten Hambung Hasandutan, Di loby Bupati Jember, tadi siang, Diterima Langsung Oleh Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqit Arief

JEMBER- Pemkab
Kualitas kopi Jember memang sudah tidak bisa dianggap remeh. Citarasanya yang tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Indonesia, membuat banyak daerah penghasil kopi yang diwilayah NKRI ini untuk selalu menimba ilmu tentang perkebunan kopi di Jember.

Kabupaten Humbang Hasandutan, Provinsi Sumatera Utara, Misalnya, yang datang melakukan Kunjungan kerja ke Kabupaten Jember, khusus untuk melihat langsung perkebunan kopi sekaligus mengetahui cara-cara budidaya tanaman kopi untuk menghasilkan kualitas biji kopi yabg istimewa. Bahkan, untuk mendapatkan hal tersebut. Kopi andalan Kabupaten Humbang Hasandutan diambil dari benih persilangan dengan bibit kopi Jember.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Humbang Hasandutan, Saut Parlindungan Simamora, saat Kunker ke Pemkab Jember, yang ditemui Wabup Abdul Muqit Arief, Kamis (8/11). Pertemuan cukup lama yang dilakukan di loby Bupati Jember ini, disampaikan bahwa Hampir 30 tahun silam, kopi Jember telah banyak dibudidayakan di Kabupaten Humbang Hasandutan sebagai komoditi pokok masyarakat.

Wabup Jember, Kyai Muqit Arief, saat menerima kunker dari Kabupaten Humbang Hasandutan, Sumut, 8/11.

Wabup Humbang Hasandutan, Saut Parlindungan Simamora, sendiri juga mengakui bahwa pohon kopi asal Jember lebih “tahan banting”. karena dikenal tahan hama. Bahkan, ungkap Saut, ulat kopi yang jadi penyakit utama rusaknya pohon kopi, tidak doyan memangsa pohon kopi dari Jember.

“Itu yang membuat petani kopi di tempat kami senang menanam kopi Jember,” imbuhnya.

Agar memiliki kekhasan yang lain dari lainnya, Saut mengatakan bahwa kopi Jember masih dikawin silangkan, yang kemudian bisa menghasilkan dua jenis kopi, yaitu Sigarar Utang dan Onan Ganjang.

Saut Parlindungan Simamora mengakui hampir 85 persen warga masyarakat Kabupaten Humbang Hasandutan berstatus sebagai petani. Sedangkan, lanjutnya, untuk 70 persen warga Kabupaten Humbang Hasandutan bercocok tanam kopi. “ Untuk itu, Supaya kopi kami lebih berkualitas, kami datang ke Jember untuk belajar,” ulasnya.

Sementara itu, dalam kunker tersebut terlihat begitu antusiasnya Wabup Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, memperkenalkan potensi kopi yang ada di Jember.

Pria asal Silo, yang paham betul dengan kopi, mengaku bangga karena sejak tahun 1985, kopi Jember sudah jadi komuditi andalan di Kabupaten Humbang Hasandutan. Artinya, ungkap Wabup Kyai Muqit, bahwa Jember sendiri memiliki Varietas kopi Jember, seperti Kopi Arabica dan Robusta, yabg ada dilereng-lereng pegunungan.

Bahkan, Wabup Kyai Muqit meminta pada Dinas Pertanian dan Hortikultura untuk turun langsung mendampingi rombongan dari Kabupaten Humbang agar bisa melihat langsung bagaimana produksi kopi Jember mulai dari pembibitan hingga paska panen sampai dengan pengolahan menjadi Kopi yang siap dipasarkan. “ Karena banyaknya Varietas kopi yang ada di Jember, saya minta kepada Dibas Pertanian atau Dinas yang membidangi Untuk mendampingi secara langsung, sehingga apa yang menjadi kebutuhan dari Kabupaten Humbang Hasandutan bisa terpenuhi. Jadi Jauh-jauh ke Jember ini tidak Mubadzir”, perintah Wabup Kyai Muqit. (Mbah)

Hits: 36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.