JMF 2018, Bentuk Kolaborasi Pemerintah Dan Swasta

 

Wabup Jember, Kyai Muqit, Membuka Job Market Fair 2018, Kemarin, 4/11.

Ukuran kesuksesan pemerintahan adalah berkurang pengangguran disuatu wilayah. Hal ini yang disampaikan oleh Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqiet Arif, dalam acara pembukaan Job Market Fair (JMF) 2018, 4/11.

Acara yang digelar di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) ini merupakan upaya sinergi yang dilakukan oleh Pemkab Jember dengan beberapa perusahaan swasta yang ada di Jawa Timur.

“Pimpinan pemerintahan dikatakan sukses, salah satunya adalah dalam rangka menangani penggangguran,” kata Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Bagi Wabup Muqit, bahwa sinergi dan kolaborasi dengan swasta merupakan suatu keharusan yang tidak bisa dihindari Pemerintah Kabupaten Jember. “Upaya untuk mengurangi angka pengangguran tersebut akan terus dilanjutkan”, ungkapnya.

Dalam pembukaan Job Market Fair Jember 2018 di BLK, Wabup Muqit mengatakan secara tegas bahwa mendorong para pencari kerja untuk mempunyai kualitas yang dibutuhkan dunia kerja. Job Fair ini, menurut Kyai Muqit, merupakan media penting bagi perusahaan untuk mendapat tenaga kerja berkualitas. Disisi lain, Bagi pencari pekerja, job fair bermanfaat mendapatkan informasi dari tangan pertama. Dimana, Job Fair akan menambah perluasan lapangan kerja dan penyediaan tenaga kerja.

Kyai Muqit berharap para investor akan lebih banyak masuk di Jember untuk memperluas lapangan kerja, sehingga geliat ekonomi semakin terasa.

Sementara itu, Kadisnaker Provinsi Jawa Timur, Dr. Himawan Estu Bagiyo SM.MH mengungkapkan, Job Market Fair 2018 merupakan wujud sinergi dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jember dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Tugas Bupati dan Wakil Bupati Pemerintah Kabupaten Jember membuka sinegitas dengan swasta sebanyak mungkin,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur ini.

Himawan meminta agar pemkab Jember mendorong sebisa mungkin para perusahaan swasta untuk membuka lapangan kerja bagi warganya.

“Dengan itu swasta bisa membuka lowongan kerja yang banyak untuk masyarakat,” terangnya.

Jika lowongan kerja banyak, pengangguran semakin sedikit dan tingkat pengangguran terbuka turun. Selanjutnya, maka banyak pekerja, produk domestik regional bruto (PDRB) naik, dan indeks pembangunan manusia (IPM) bisa naik.
“Ini disebut pembangunan yang tidak melahirkan kemiskinan,tetapi pembangunan yang melahirkan pemerataan hasil pendapatan,” Himawan.

Kegiatan JMF dilaksanakan Senin 5 November 2018. Terdapat 40 perusahaan dengan formasi lowongan 3000 jabatan. Pencari kerja diperkirakan 3.500 orang. (MbahTgh)

Hits: 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.