Jember Akan Jadi Tuan Rumah Festival HAM, Bupati Faida Akan libatkan Seluruh Kades

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, menerima kunjungan audensi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM). Pertemuan yang diketuai oleh Beka Ulung Hapsara, selaku Komisioner, dilakukan di Ruang Tamya Loka Pendopo Wahyawibawa Graha, 6/3.

Audensi Komas HAM bersama Bupati Jember, 6/3

Pertemuan yang membahas rencana festival Internasional Komnas Ham akan digelar di Kabupaten Jember pada bulan November 2019 nanti, mendapat apresiasi dari Bupati Faida yang juga akan melibatkan seluruh Kepala Desa di Kabupaten Jember, khususnya bagi Desa yang akan melakukan Pilkades pada Bulan Oktober nanti.

Dikatakan oleh Beka Ulung Hapsara, bahwa untuk tahun 2019 ini, Jember akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan festival Internasional Hak Asasi Manusia. Dimana, sebelumnya pada tahun 2018, Festival tersebut digelar di Kabupaten Wonosobo, yang melibatkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan seluruh Bupati se-propinsi Jawa Tengah.

Beka berharap nantinya juga Gubernur Jawa Timur juga sama dengan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, yaitu bisa mengerahkan seluruh Bupati dan Walikota yang ada di Jawa Timur.

Saat memberikan sambutannya, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, menjelaskan akan ada 168 desa yang akan menggelar pilkades. Dirinya berharap kades-kades baru ini nantinya juga dilibatkan sebagai peserta, sehingga kedepan tahu dan memahami bagaimana sebagai pemimpin mampu memenuhi kebutuhan hak masyarakatnya melalu Anggaran Desa yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat.

“Akan ada pilkades di 168 desa, dan ini akan memilih pemimpin-pemimpin baru di tingkat desa. Saya berkeinginan agar para Kades-kades yang baru terpilih bisa diikut sertakan sebagai peserta festival, sehingga mereka juga mengetahui pentingnya pemenuhan Hak Asasi bagi masyarakat yang ada”, jelas Bupati Faida.

Lebih lanjut Bupati Faida bahwa dirinya menginginkan agar dalam festival Internasional tidak hanya menjadi ajang para aktivis, akan tetapi bisa menjadi wadah pembelajaran bagi seluruh elemen masyarakat. “Festival ini harus bisa menjadi tempat pembelajaran bagi semua masyarakat. Tidak hanya tempat bertemunya para aktivis saja”, ujarnya.

Bupati Faida meminta agar nantinya di Festival tersebut, Komnas Ham bisa membagi ilmu dan pengalaman untuk masyarakat Jember, sehingga kedepannya masyarakat tau apa-apa yang harus dipenuhi untuk hak-haknya sebagai masyarakat. “Saya hanya ingin semua bisa belajar. Jangan hanya ada kasus, baru berbicara Ham”, tegasnya.

Tak cukup sampai disitu, Bupati Faida juga mengatakan dalam audensi bahwa Pemkab Jember juga telah membuat Perbup terkait dengan ADD, dimana dalam perbup tersebut mengatur tentang penggunaan ADD secara mendetail dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa.

Direncanakan dalam festival Internasional Ham ini akan hadir dari berbagai negara, seperti Korea, Jepang dan Malaysia

Hits: 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.