Ijin Dicabut, Warga Silo Kembali Sumringah

Pencabutan WIUP Pertambangan Nasional Blok Silo yang diinisiasi oleh masyarakat  Desa Pace, dilakukan di Dusun Curah Wungkal, Desa Peca, Kecamatan Silo, nampaknya menjadi sebuah moment bahagia bagi semua masyarakat diKecamatan Silo. Ini ditampakkan dari wajah-wajah “sumringah” masyarakay silo yang hadir dalam acara tasyakuran tadi siang, di Desa Pace, Silo, 15/02/2019. 

Acara yang dihadiri oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dan Wakil Bupati Drs. KH. Muqit Arief ini, serta Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, disambut gembira oleh seluruh rakyat Kecamatan Silo termasuk Muspika Kecamatan dan Pemerintah Desa yang hadir saat itu.

Bentangan kain putih yang ditandatangani oleh seluruh warga Silo dan Tokoh masyarakat, dengan panjang sekitar 15 meter, sebagai bukti kerasnya penolakan oleh warga masyarakat jika wilayah Kecamatan Silo dijadikan sebagai usaha tambang Nasional. Bahkan, tak hanya bentangan spanduk penolakan, akan tetapi berbagai spanduk ucapan terima lasih atas dicabutnya WIUP tambang di Silo juga nampak dikanan kiri jalan. 

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, dalam acara tasyakuran tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan pencabutan WIUP (Wilayah Ijin Usaha Pertambangan) dengan SK MENTERI ESDM NO 1802 K/30/MEM/201 merupakan keberhasilan bersama, bukan hanya orang perorang akan tetapi keberhasilan masyarakat dan Pemerintah daerah.

“Pencabutan WIUP ini merupakan hasil perjuangan Bupati beserta jajarannya dengan masyarakat Silo yang konsisten menolak adanya penambangan emas di Silo” terangnya.

Bupati Faida juga menegaskan bahwa pada awal januari 2019, bersama Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqit Arief, telah melakukan sidang non ligitasi yang kemudian akhirnya diterima atau dinyatakan bahwa WIUP tersebut adalah Cacat formalitas atau Cacat Hukum, yang wajibkan Kementrian ESDM untuk membatalkan ijin yang telah dikeluarkan.

“WIUP Tambang itu sudah dinyatakan Cacat Formalitas atau Cacat Hukum, sehingga Kementrian ESDM wajib untuk membatalkan ijin yang telah dikeluarkan”, tegasnya.

Bupati Faida juga saat itu menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan beraktifitas sebagai petani seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat Silo. 

Sementara itu Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. SIK. MH yang hadir saat itu juga mengatakan bahwa masyarakat sekitar tambang juga bisa menjadi kontrol apabila terjadi penambangan liar. “Polisi menjadi garda terdepan untuk menjaga apabila terjadi tindak pidana penambangan liar” tegasnya.

Kusworo juga menegaskan bahwa Ijin tambang sudah tidak ada lagi, jika masih ada penambangan-penambangan di Silo itu merupakan tindakan yang ilegal dan melanggar hukum. “Polres Jember tidak akan segan-segan menindak siapa saja yang melakukan penambangan liar di wilayah Kecamatan Silo sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku”, ungkapnya.

Untuk itu, Kapolres Jember meminta agar warga Silo tetap menjaga wilayahmya, dan tetap melakukan kehidupan seperti biasanya.

“Apabila masyarakat menemukan penambangan liar diharapkan tidak main hakim sendiri. Sebaiknya dilaporkan kepada pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti. Kerena semua perbuatan penambangan liar itu ada konsekuensi hukumnya” tandas Kapolres Muda ini.

Hits: 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.