Bupati-Wabup Jember Tandatangani Komitment Bersama Warga Silo Untuk Tolak Tambang

Akibat munculnya Surat Keputusan (SK) Kementrian ESDM perihal pertambangan di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menyebabkan warga masyarakat yang ada diwilayah tersebut geram.

Bupati dan Wabup Jember saat menemui perwakilan masyarakat Silo, di ruang aula Bupati Jember, 10/12

Ratusan warga Silo sendiri akhirnya melakukan aksi Protes yang disampaikan ke Pemkab Jember menuntut agar ada tindakan nyata Bupati Dan Wakil Bupati Jember. Meski, beberapa kali Bupati Jember, dr. Hj. Faida, dan Wakil Bupati Jember,, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, selalu menyatakan dengan tegas tetap berkomitment Menolak adanya penambangan di Kecamatan Silo. Akantetapi, hal tersebut tidak menyurutkan masyarakat Silo untuk tetap melakukan aksi protesnya.

Bupati dan Wabup Jember saat menaiki truk Demontrans untuk menjawab tuntutan warga silo

Dengan mengatasnamakan Forum Masyarakat Silo (FORMASI) unjuk rasa dilakukan di Depan DPRD dan kantor Pemerintahan kabupaten Jember, dengan tuntutan yaitu agar SK Kementrian ESDM tentang pertambangan di Blok Silo segera di cabut.

Koordinator Aksi, Heru Purnomo, saat Berorasi di depan Pemkab Jember mengatakan bahwa Pernyataan Gubernur Jawa Timur yang mengaku telah berkomunikasi dengan rakyat, semua Itu omong kosong. Dan cacat hukum. “kami tidak pernah Berkomumikasi dengan Gubernur,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Heru, jika SK ESDM itu tidak dicabut, maka warga Silo mengancam akan Menutup Akses Jalan Raya Banyuwangi -Jember apabila Pertambangan yang Blok Silo dilanjutkan dan tidak segera dicabut “Kami Siap berkorban nyawa untuk mempertahankan kampung halaman kami”, teriaknya.

Dengan tegas, Heru melalui FORMASI yang didukung oleh para pemuka agama dan tokoh masyarakat, akan tetap menolak adanya tambang di Silo sampai kapanpun.

Tak berlangsung lama, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, bersama Wakil Bupati (Wabup), Drs. KH. Abdul Muqit Arief, yang didampingi oleh Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, dan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi, menemui Warga, bahkan Bupati dan Wabup Jember menaiki truk demontrans untuk menyampaikan pernyataan sikap keduanya yang dengan tegas tetap pada komitment awal, yaitu Menolak Tambang di Blok Silo. Bupati dan Wabup Jember juga bersedia menandatangani Komitmen bersama dengan warga Silo Untuk menolak Tambang.

Saat berorasi bersama demontrans tadi, Bupati Faida mengatakan bahwa Pemkab Jember belum mendapatkan rekomendasi terkait Izin Pertambangan di Silo dari Propinsi Jawa timur. “Tampaknya memang provinsi belum berkenan untuk memberikan rekomendasi tersebut”, ujarnya.

Bupati-Wabup Jember saat memberikan pernyataan sikapnya dihadapan warga silo

Bupati Faida bersama Wabup Muqit mengatakan secara tegas akan mengajukan mediasi non litigasi ke Kementerian Hukum dan hak asasi manusia untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Silo.
“Sesuai dengan Komitment awal kami berdua, Bupati dan Wakil Bupati Jember bersama-sama dengan masyarakat akan tetap menolak adanya tambang, tidak hanya di Silo, akan tetapi diseluruh wilayah Kabupaten Jember”, pungkasnya.

Hits: 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.