Bupati Faida Kunjungi Stand Mie Coklat

Acara Temu Lapang Kakao 2018 yang digelar di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember pada, Selasa, 27/11. Acara yang digelar 2 tahunan ini, dihadiri Dirjen Perkebunan Bambang Wahyu Dwi Antoro, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, serta puluhan kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia.

Faida, Bupati Jember, saat diwawancarai terkait pameran produk lokal berbahan coklat

Dikesempatan itu, Puslit Koka juga menggelar hasil produk UMKM yang berbahan dasar semuanya adalah Coklat. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan keistimewaan coklat yang tidak hanya dipakai sebagai bahan dasar minuman atau permen saja.

Bupati Jember, dr Hj Faida MMR, yang didaulat sebagai daerah tuan rumah untuk temu lapang ditahun 2019, juga memperkenalkan produk unggulan daerah yang dikombinasi dengan hasil pengolahan coklat dari Puslit Koka.

“Jember selain dikenal sebagai kota karnaval, juga dikenal dengan sebutan kota Suwar Suwir, untuk pada kesempatan hari ini, kami juga memperkenalkan produk lokal hasil dari industri rumahan, jika sebelumnya orang hanya mengenal suwar suwir saja, kini ada kombinasi hasil dari sinergi antara produk lokal Jember dengan puslit, yaitu Suwar Suwir coklat,” ujar Bupati Faida dalam sambitannya.

Bupati Faida sangat mengapresisasi adanya acara temu lapang semacam ini, karena bisa menjadikan daerah-daerah yang sedang mengembangkan perkebunan koka untuk terus terjalin.

Bahkan, dalam pameran produk di temu lapang tadi. Bupati Faida bersama Dirjen Perkebunan juga sempat mencicipi mie coklat produk asli Jember, yang diinovasi oleh Dwi Sulistyo, warga Perum Pemali, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Bupati Faida saat menerima Souvenir sabun coklat saat temu lapang tadi siang, 27/11.

Bupati Faida menyampaikan ini adalah inovasi luar biasa, dimana biasanya mie yang selama ini dinikmati dengan rasanya yang seperti itu-itu saja. Akan tetapi, sekarang ini ada mie variant coklat yang dinikmati dengan es krim.
“Paling mie itu di kombinasi dengan telur ceplok, sayur dan irisan ayam. Yang rasanya seperti itu. Lha kalo udah tau rasanya mie coklat ini, punya sensasi luar biasa. Rasanya jelas manis, kombinasi es krim, ada sedikit masam atau kecut sedikit. Rugi kalo nggak nyicipi mie coklat ini”, ujarnya. 

Bupati Faida pun juga memperlihatkan antusiasnya saat diwawancarai, bahwa dirinya begitu senang melihat temu lapang ini, disamping banyaknya produk-produk lokal yang dipamerkan. “Disini memperlihatkan bahwa sejatinya banyak inovasi-inovasi yang mampu diciptakan melalu coklat. Coklat tidak hanya berhenti sebagai bahan permen atau minuman saja. Akan tetapi bisa juga dibuat makanan lain seperti mei coklat, suwar suwir coklat, bahkan ada juga sambal coklat. Yang tentunya ini mempunyai nilai ekonomis yang baik bagi masyarakat”, pungkasnya.

Hits: 25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.