Bupati Menjadi Irup, Dandim 0824 Bertugas Pembacaan Pembukaan UUD 1945 Pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Jember.      Pada Senin 01/10/2018 Pukul 08.00 Wib bertempat di Alun Alun Jember dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Inspektur Upacara (Irup) Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, Pembaca UUD 1945 Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar dan Pembaca Ikrar dari DPRD Jember dr Yuli Prayitno.

Hadir.pada kesempatan tersebut diantaranya Bupati Jember dr HJ Faida MMR, Dandim 0824Letkol Inf Arif Munawar, Kas Brigif Raider 9/2 Kostrad Letkol Inf Rudianto, Dansecaba Rindam V/Brw Ahmad Fauzi, Karumkit TK III Letkol Ckm dr Makmum Pandelima,  para Dansat TNI Se Kabupaten Jember, Para Ketua Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Para Kepala OPD Pemkab Jember dan Muspika se Kabupaten Jember.

Dalam Wawancaranya Bupati dr, Hj Faida. MMR yang didampingi αLetkol Inf Arif Munawar menyampaikan bahwa dengan Hari Kesaktian Pancasila ini sudah jelas kalau Pancasila sebagai landasan kehidupan dalam bekerja maupun berprestasi, bagaimana bekerja bersama-sama tidak sendiri-sendiri, menjaga persatuan, mengedepankan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan kelompok maupun individu.

Lebih lanjut Bupati Jember mengajak “Jagalah persatuan, jagalah semangat pancasila ini sebagai satu landasan, kita jaga sama-sama, kita pertahankan sama-sama agar NKRI tetap terjaga tidak terpecah belah dan tidak mudah di ganggu dari dalam maupun luar,” katanya.

Apabila disadari Bangsa Indonesia terbentuk dari berbagai suku, agama, kelompok, dan golongan, kalau disadari dari semula, kalau dulu pendahulu bisa bersatu dengan tekat persatuan ada akhirnya merdeka dan membangun bersama-sama, apalagi yang hidup dimasa damai ini hendaklah melanjutkan semangat para pendahulu. “Tidak ada yang bisa memungkiri, justru perbedaan majemuk dinegeri kita adalah satu kekuatan besar yang tidak dimiliki oleh bangsa lain,” kata Bupati Jember.

Selanjutnya Dandim 0824 Jember Letkol  Inf Arif Munawar menyatakan bahwa di era milenial harus kembali mengingat bagaimana sejarah Pancasila itu lahir bahkan dari jaman Majapahit dari buku atau kitab sutasoma karangan Empu Tantular. “Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi satu jua yang tertulis di Pancasila, semangat itu yang harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Mari kembali lebih kita pahami  dan amalkan nilai-nilai Pancasila dari Sila Ke Satu bagaimana dalam beragama, bagaimana bermasyarakat dan bernegara, bagaimana menjaga persatuan Indonesia. “Kalau ada yang beda pendapat ya bermusyawarah mufakat, sudah di sampaikan oleh Pancasila, setelah yang satu sampai empat baru yang kelima terwujud yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Letkol Inf Arif Munawar. (Sis24)

Hits: 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.