Jember Information Center

DPRD VS BUPATI Dari Kacamata Rakyat

Di tulis di sebuah joke group wa, tips kesehatan. “ Jika pada usia 40 tahun an kita mulai membiasakan diri berlari setidaknya 5 sampai 10 km setiap harinya….niscaya pada usia 60 tahun an kita sudah jauhhhhh sekali dari rumah!!!
Sekilas tidak ada yang salah dari tips kesehatan tersebut. Masing-masing pernyataan benar. Judulnya ditulis tips tentang kesehatan, pernyataan pertama benar karena ada unsur kesehatan, mengajak kita semua membiasakan diri berlari bahkan detil sampai berapa jarak yang ditempuhnya. Sekarang kita lihat sambungannya di pernyataan kedua.
Menjawab tentang usia 40 tahunan di tulis niscaya pada usia 60 tahunan, berarti masuk dan benar karena ada pernyataan usia dijawab dengan jawaban usia juga. Sampai disini tidak ada yang salah. Lanjut mejawab pernyataan kita berlari setidaknya 5 sampai 10 km setiap harinya dijawab di pernyataan berikutnya yaitu kita sudah jauhhhh sekali dari rumah. Sekilas semuanya benar. Pernyataan jarak 5 sampai 10 km setiap hari selama 20 tahun, dengan asumsi berlari sejak usia 40 dan dihitung sampai usia 60 maka ada catatan waktu selisih.
Sekelas mahasiswa lulusan S 3 bahkan Profesor pun sepakat akan hal ini, tidak percaya? Saya kan buktikan dengan ranah matematika. 60 tahun dikurani 40 tahun didapatkan angka 20 tahun. Jika dalam satu tahun ada 365 hari maka di dalam 20 tahun ada 7.300 hari. Kalau kita berlari setiap hari minim 5 km saja maka selama 7.300 hari kita sudah berlari sepanjang 36.500 km.
Kalau ingin tahu berapa panjang sih 36.500 km itu? Saya ketik di google berapa jarak Jakarta ke Surabaya lalu saya tekan enter maka keluar angka 785 km lewat jalur tol. Lantas kalau 36.500 km itu kalau kita melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya sudah pulang pergi sebanyak 46 kali.
Masih penasaran dengan jarak 36.500 km saya bertanya kepada google assistant, berapa jarak Jember ke New York dijawab 16.309 km. Disini saya mulai faham dan mengiyakan pernyataan yang berkata niscaya pada usia 60 tahun an kita sudah jauhhhh sekali dari rumah.
Panjang lebar saya berusaha menjelaskan meyakinkan tentang satu masalah saja, coba di baca ulang dari atas apa ada yang salah dari hubungan pernyataan demi pernyataan? Semuanya runut ada pernyataan dan dilanjutkan ke pernyataan berikutnya semuanya ada hubungannya. Tidak bisa di salahkan semuanya berkata benar. *( Namun bagi yang faham akan artinya judul tips kesehatan akan tahu siapa yang benar dan salah).
Itulah gambaran yang saya rasakan sebagai rakyat awam Jember yang tidak mengerti urusan negara, urusan politik, urusan hak DPRD, urusan ini dan urusan itu. Kalau dikatakan DPRD salah karena ini itu dan sebagainya bisa jadi benar benar salah kalau dilihat dari sisi kesalahan. Kalau dilihat dari sisi kebenaran hak dan tanggung jawab DPRD ya sah dan benar adanya. Sebaliknya kalau dikatakan bupati salah karena ini itu dan sebagainya bisa jadi benar benar salah kalau dilihat dari sisi kesalahannya. Kalau dilihat dari sisi apa yang harus dilakukan seorang bupati di dalam menata sebuah kota bisa jadi kesalahan tadi jadi kebenaran.
Membaca pikiran hendaknya dibaca dari semua sisi dan aspek yang ada, sekelas DPRD tidak mungkin sampai menggunakan hak haknya sampai tiga kali yang berujung pemakzulan seorang bupati, kalau seorang bupati tersebut mengerti tugas rekan kerjanya. Demikian juga seorang bupati tidak mungkin tidak mau bekerja sama dengan team DPRD di dalam membahas anggaran dan lain sebagainya yang menjadi tugas seorang bupati juga, kalau DPRD mengerti apa yang menjadi keinginan sang bupati.
Sebagai rakyat kecil, saya yang tidak ada artinya namun tentunya juga punya hak suara, meski tidak terdengar sama sekali di telinga anggota dewan yang terhormat dan bupati yang terhormat. Keinginan saya hanya satu saja semua berjalan dengan baik tentu mematuhi apa apa saja yang menjadi peraturan. Apa yang harus dijalan oleh DPRD ya silahkan dijalankan dengan baik dan apa yang harus dijalankan oleh bupati ya harus dijalan dengan baik pula.
Sebaik baiknya manusia pasti ada juga sisi buruknya demikian juga seburuk buruknya manusia juga pasti ada sisi baiknya. Program dan janji bupati tidak semuanya buruk, tidak sedikit masyarakat yang juga merasakan dampak positif dari kebijakan bupati kepadanya. Demikian juga halnya dengan apa yang di perjuangkan oleh DPRD kita, semuanya menuju ke hal yang postif bagi masyarakat kota Jember. Saya yakin tidak ada satu pikiran negatif baik dari bupati maupun dari DPRD yang ingin Jember mundur bahkan hancur. Semuanya pasti ingin yang terbaik berbuat bagi Jember. Alangkah indahnya jika apa yang ada di sisi baik DPRD dijalankan oleh bupati, demikian juga apa yang ada di sisi bupati ya monggo di jalankan oleh DPRD. Rasanya kalau hal-hal yang positif dijalankan maka hal-hal yang negatif tidak akan ikut.
Kalau saling serang di sisi bagian kekurangan maka tidak akan habis-habisnya dan tidak akan ada yang menang. Meskipun kelihatan menang tetap menyisakan abu sakit hati dan bara dendam yang tak kunjung selesai. Meskipun terlihat kalah namun jika menerima kekalahan dengan iklas maka rakyat juga akan tetap memberi applaus besar atas kebesaran hati menerima kenyataan dan kalimat aku kalah.
Perjalanan Jember kedepan masih sangat panjang, kami membutuhkan pemimpin yang tingkat kedewasaan berpikir dan tingkat kedewasaan dalam memimpin yang benar benar memperhatikan kepentingan bersama. Beberapa bulan lagi pesta demokrasi mencari pimpinan bupati Jember di helat. Spanduk, baliho, foto, janji -janji sudah ditebar di sepanjang mata memandang. Siapapun yang akan menjadi pemimpin kami nantinya, kami sudah berpasrah kepada yang Kuasa yang terbaik akan di berikan kepada kota tercinta Jember ini. Jikalau kami juga rakyat mau memberikan sumbangsih yang terbaik juga bagi kota Jember.
Membangun sebuah kota bukan hanya milik sebuah atau beberapa institusi atau dinas atau apa saja. Semua masyarakat harus sadar diri bahwa setiap individu harus memberikan yang terbaik buat kota Jember. Barulah nanti siapa yang akan jadi pemimpin akan merasakan punya rakyat yang benar-benar mempunyai kesadaran tinggi di berbagai hal. Yang sekolah, sekolahlah yang baik dan jadilah pintar. Yang bekerja bekerjalah sebaik mungkin dan jadilah sejahtera. Yang memimpin pimpinlah dengan baik sehingga manfaat dari kepemimpinan saudara nantinya dirasakan dikenang di nikmati oleh semua rakyat kota Jember ini. Semoga bermanfaat!

Agus Susanto Mth
Salah satu rakyat yang cinta kota Jember.

Hits: 479

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: