Jember Dianugerahi Penghargaan Natamukti Kementrian Koperasi Dan UMKM

Drs. KH. Abdul Muqit Arief, Wakil Bupati Jember, Menerima penghargaan Natamukti Kementrian Koperasi dan UMKM Bersama Para Bupati dan Walikota yang mendapatkan Penghargaan serupa, 15/11.

Setelah beberapa pekan kemarin, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, membawa pulang penghargaan Jember sebagai Kabupaten Ramah HAM. Kali ini, Jember kembali dianugerahi penghargaan Natamukti, kategori Mendorong Keberlangsungan UMKM di wilayah Kabupaten/Kota.

Penghargaan ini diberikan oleh International Council Of Small Business (ICSB), yang bermarkas di Geogre Washington DC. University. ICSB Sendiri mempunyai perwakilan di 85 Negara, dimana ICSB ini telah didirikan sejak Tahun 1955.

ICSB Sendiri merupakan lembaga Nirlaba yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada sektor usaha kecil dan menengah, yang pada akhirnya mampu memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah. Saat ini, ada sekitar 70 Chapter yang telah terdaftar di ICSB, dimana salah satunya adalah Indonesia yang merupakan Afialiasi dari ICSB sejak Tahun 2015.

Penghargaan Natamukti ini diberikan oleh ICSB kepada Kepala Daerah yang berperan besar dalam mendorong sektor UMKM untuk terus berkembang sebagai mesin perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten/Kota. Penghargaaan Natamukti sendiri merupakan puncak acara dari Gebyar UMKM 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Tangerang Selatan, 15/11.

Pemberian penghargaan tersebut juga dihadiri langsung oleh Menteri UMKM RI, A.A.G.N Puspayoga. Termasuk juga, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, dan Bupati/Walikota dari Seluruh Indonesia.

Disampaikan dalam sambutan Menteri UMKM, A.A.G.N Puspayoga, bahwa di Tahun 2018 ini, Pemerintah pusat telah menyiapkan dari bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar 123 Triliun untuk pemerataan bagi kesejahteraan masyarakat melalui koperasi dan UMKM. Untuk itu, menurut Puspayoga, Presiden Joko Widodo sendiri memerintahkan bagaimana untuk Kementrian Koperasi dan UMKM ini bisa mendongkrak usaha sektor UMKM ini menjadi wirausaha menengah atas. Hal ini, lanjutnya, menurut Presiden Joko Widodo bahwa Koperasi dan UMKM merupakan lembaga yang strategis untuk membangun perekonomian bagi masyarakat kelas bawah.

Dari data yang ada di Kementrian, ungkap Puspayoga, dari 123 Triliun ini, telah terserap sekitar 100 triliun untuk per september tahun 2018 ini. Hal tersebut diyakini oleh Puspayoga, bahwa respon masyarakat untuk menjadi wirausaha begitu tinggi. Hal ini, ungkap Puspayoga, jika Pemerintah Kabupaten atau Kota terus konsisten dan komitment untuk membangun Koperasi dan usaha-usaha kecil dimasyarakat sejajar dengan BUMN dan BUMD, maka yang terjadi adalah pemerataan kesejahteraan akan cepat diraih. “Pada tahun 2005, ratio pertumbuhan kewiraswastaan hanya mencapai 0,31 persen. Sementara untuk tahun 2016, ratio kewiraswastaa telah mencapai 3,12 persen. Ditahun ini, 2018, saya yakin akan terus meningkat. Untuk itu, saya berterimakasih kepada ICSB yang menggelar gebyar UMKM ini”, jelasnya.

Sementara itu, dalam wawancaranya disela-sela acara tersebut, Wakil Bupati Jember, drs. KH. Abdul Muqit Arief, mengatakan Jember ini dianggap sebagai salah satu kabupaten yang berhasil mengangkat produk-produk lokal yang dilakukan oleh Pemkab Jember. “Ini merupakan sebuah hal yang harus kita syukuri. Dan satu hal lagi mungkin, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jember sangat berterima kasih kepada semua pihak yang ada di Jember, dari teman-teman yang tidak pernah lelah untuk menemani UMKM, dalam rangka pengembangan kewirausahaan mikro”,, ungkap Wabup Kyai Muqit.

Dikatakan oleh Kyai Muqit, penghargaan ini bukan tujuan utama, namub ada tantangan kedepan. Dimana, bagaimana Pemkab Jember bersama denga stakeholder yang ada untuk terus berbagi ilmu dalam rangka membangun dan mengembangkan produk-produk lokal bisa menjadi produk yang bisa diakui baik itu Regional, Basional, bahkan Internasional.

Apalagi, ungkap Kyai Muqit, dengan era digitalisasi saat ini, sangat dimungkinkan bagi generasi muda dan seluruh masyarakat untuk mempromosikan produk-produk lokal yang ada agar lebih dikenal. Meski, lanjut Kyai Muqit, bahwa untuk usaha-usaha tradisional tetap akan ditopang meski tanpa adanya digitalisasi.

 

“Meski sekarang era digital, namun usaha-usaha kerakyatan yang tidak tersentuh oleh IT, akan tetap kita topang dan kita perhatikan, sehingga usaha-usaha tersebut tidak hilang dan tergerus”, pungkasnya.

Hits: 57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.