HASIL PILKADA JEMBER
Selesai sudah rangkaian prosesi pilkada sejak masa pra pendaftaran sampai dengan coblosan. Meskipun hasil resmi perhitungan suara belum diumumkan oleh KPU, masyrakat sudah bisa memastikan pilkada Jember cukup satu putaran. Bahkan sudah bisa memastikan pasangan Djalal Kusen, sang incumbent sebagai peraih suara terbanyak, baik data dari berita media masa maupun dari dunia maya.
Menurut I’if Ardi wakil ketua PKB Jember, pasangan incumbent MZA Djalal Kusen Andalas dipastikan menang mutlak. Hasil Pilkada berdasarkan berbagai sumber di TPS yang dihimpun di situs bagimu rakyat (klik disini untuk melihat data lengkapnya), Pasangan Sholeh Dedy= 36.437 (4,2 %), Pasangan Bagong Mahmud= 206.254 (23,9 %), Pasangan Guntur A’ab = 128.957 (15,0 %), Pasangan Djalal Kusen = 491.209 (56,9 %), Total suara sah terkumpul sampai dengan jam 20.00 tanggal 7 juli 2010= 862.857 (49,50%)
Kemenangan ini merupakan hal yang wajar, karena sejak awal sudah bisa diprediksi berdasarkan manajemen pengelolaan sumberdaya, maksimal dan optimalisasi serta koordinasi gerakan tim suksesnya, banyaknya pendukung fanatis yang dimiliki, isue-isue yang digulirkan dan langkah-langkah strategi yang dilakukan oleh masing-masing calon.
Pasangan Sholeh Dedy yang berangkat dari jalur independent, pada awalnya diperkirakan akan dapat menjadi kuda hitam. Kemampuannya yang terbukti bisa mengumpulkan suara sekitar 70ribu pendukung dan mengalahkan bakal calon lain yang namanya lebih popupler dari jalur independent, merupakan prestasi yang cukup mencengangkan, mengingat sebelumnya mereka berdua bukan tokoh publik dan namanya belum begitu akrab di telinga masyarakat.
Namun sampai sehari menjelang hari H, belum juga ada gerakan yang significant untuk memperbesar dukungan, isue-isue perbaikan yang disampaikan tidak menyentuh perhatian. Metode blusukan sampai masuk ke bagian dalam, khususnya di daerah pedesaan, kurang diimbangi dengan penciptaan harapan, sehingga tidak banyak membuat masyarakat memiliki alasan mengapa harus menjadikan Sholeh Dedy sebagai pilihan.
Dukungan yang pada awalnya mulai merangkak naik, terus saja hanya bisa merangkak dan akhirnya stagnan sejak pertengahan bulan mei, bahkan cenderung menurun. Hal ini karena calon pemilih mulai melirik pasangan calon lain yang dianggap lebih menjanjikan. Dengan hanya dor to dor yang dilakukan, tidak mampu membuat masyarakat memiliki keyakinan sebagai pasangan calon yang akan meraih kemenangan.
Pasangan Bagong Mahmud adalah pasangan yang memiliki persentage (bukan jumlah kwantitas) pendukung fanatis terbesar dibanding pasangan yang lain, merupakan potensi untuk bisa memperbesar dukungan. Hanya saja relatip terkonsentrasi di daerah tertentu, khususnya di bagian selatan kelompok mataraman.
Dukungan dari kalangan pegawai negeri juga cukup besar, baik dari pendukung fanatis, mereka yang merasa tersingkirkan pada masa incumbent, maupun dari kalangan yang menginginkan perubahan, paling tidak perubahan terhadap karirnya, bahkan ada beberapa pejabat eselon yang secara diam-diam juga ikut mendukung.
Perolehan suaranya mulai meningkat tajam ketika ada kepastian penacalonannya, meskipun sebagian ada yang meninggalkan. Namun setelah memasuki masa kampanye, peningkatannya mulai terasa berat, dan relatip diam ditempat sejak pertengahan bulan juni.
Pasangan yang pada awalnya dikenal/mengenalkan sebagai calon yang amanah dan tidak pernah kesandung masalah, mulai terpatahkan ketika terjadi kontroversi dalam proses pencalonan. Bakal calon lain yang membuka secara transparant, sedikit banyak telahi menciptakan keraguan. Masyarakat mulai sadar, tidak ada calon yang sempurna
Tim yang dibentuk relatip cukup solid dan berusaha maksimal, meskipun tidak mampu memperoleh hasil yang optimal, karena adanya keterbatasan. Langkahnya tidak agresif, bahkan cenderung protektif. Banyak potensi pendukung yang tidak dirangkul, dan kemudian menjadi masa mengambang. Sebagian menjadi golput, sebagian lagi diakomodasi oleh calon lain.
Pasangan Guntur A’ab, merupakan satu-satunya pasangan yang pada awalnya diperkirakan dapat mengimbangi kekuatan incumbent. Guntur sebagai mantan kapolda dan pernah memimpin operasi Poso, merupakan sosok yang cukup memiliki kemampuan dan pengalaman lapangan dalam menyusun strategi pemenangan. Memiliki kemampuan untuk menggulirkan isue-isue yang dapat mempengaruhi pilihan masyarakat. Sementara A’ab adalah sosok muda, sebagai ketua PCNU Jember diharapkan mampu memanfaatkan jaringan organisasi.
Perekrutan Moh.Eksan mantan anggota KPU Jember, merupakan salah satu strategi yang brillian, dan telah menunjukkan pengaruh yang significant. Namun sayangnya dalam perkembangan terakhir, ketika penyusunan tim sukses, mulai terjadi pergeseran, sepertinya terjadi pertarungan untuk saling menyisihkan. Sementara tim yang dibentuk untuk memanfaatkan jaringan partai, relatip tidak jalan, bahkan tidak sedikit yang menyebrang ke pasangan calon lain.
Polemik pencalonan A’ab yang mestinya bisa dikemas untuk meningkatkan popularitas, justru dilayani dengan logika permusuhan, yang akhirnya menciptakan perasaan ketidak-senangan. PCNU tidak mampu mengendalikan, dan suaranya semburat dalam perpecahan. Pemasangan spanduk dukungan di kantor PCNU merupakan tindakan kontraproduktif, yang dilakukan oleh mereka yang tidak memahami perasaan ummat dalam perkembangan jaman.
Pemanfaatan masa kampanye yang tidak maksimal, menimbulkan kesan adanya trauma ketakutan untuk mengumpulkan masa dilapangan, bahkan dinilai oleh beberapa pihak sebagai manifestasi keputus asaan. Hal ini telah mengurangi keyakinan akan memperoleh kemenangan bagi mereka yang awalnya memberikan dukungan dan perlahan mulai meninggalkan
Pasangan Djalal Kusen adalah pasangan yang memang sejak awal diprediksi sebagai pasangan yang paling kuat, dengan sumber daya paling sehat. Kemampuannya membuat 6 partai memberikan rekom tanpa harus mendaftar, merupakan prestasi sebagai pasangan yang paling pintar mendapatkan dukungan. Tidak perlu jungkir balik untuk membuat parpol berkenan mengusung, cukup dengan kerlingan dan kemudian salaman.
Popularitasnya sebagai incumbent merata di semua wilayah, jaringan tim sukses yang dibentuk demikian juga, sampai kepelosok desa yang paling dalam. Baik jaringan 6 paprol yang mengusung, maupun jaringan yang dibentuk dari unsur non parpol. Jaringan ini semakin sempurna, karena masing-masing memiliki keinginan untuk menunjukkan sebagai pihak yang paling berjasa.
Pasangan Djalal Kusen mampu memainkan keinginan dari tim suksesnya, sehingga mengaburkan makna “siapa membutuhkan siapa”. Bahkan lebih ektrim lagi, ada beberapa pendukungnya yang justru terkesan membutuhkan Djalal Kusen, dan menciptakan gelembung pendukung fanatis. Tim yang dibentuk memang paling komplek dan mewakili setiap unsur secara komprehensif.
Meskipun persentage pendukung fanatisnya bukan yang terbesar, namun jumlah kwantitasnya jauh lebih besar dan lebih merata, dari pada pasangan calon yang lain. Pendukung fanatis ini tercipta karena memang telah dibangun secara apik sejak beberapa tahun jauh sebelum pilkada. Tidak hanya dari partai pengusung, tapi juga dari kalangan unsur dan struktur partai lain.
Hampir seluruh hasil Polling dan survey, sejak awal sampai menjelang coblosan, tetap mempertahankan pasangan incumbent sebagai pemenang dalam satu putaran. Hanya polling yang dilakukan oleh satu media elektronik (radio) yang memberikan hasil untuk kemenangan pasangan lain. Bahkan konon dalam dunia komunitas taruhan, juga diunggulkan. Demkian pula di kalangan komunitas paranormal dan guru spiritual.
Menjelang hari H, hal ini mendorong beberapa PNS termasuk pejabat eselon yang awalnya mendukung calon lain, sebagian mulai ketakutan dan ikut merapat dalam barisan, karena adanya kekhawatiran akan semakin tersingkirkan. Kondisi di lapangan semakin kelihatan, incumbent semakin hari semakin mendapat dukungan.
Maka wajar jika pasangan Djalal Kusen memperoleh suara terbanyak dan menjadi pemenang dalam prosesi pilkada Jember saat ini. Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Jember, karena kita yakin yang menang tidak arogan, dan yang kalah tidak menyimpan kebencian. Kita bersyukur pilkada terlaksana tanpa ada kericuhan dan berjalan sesuai aturan. Kalau memang ada pelanggaran, hanyalah karena perbedaan penafsiran, yang tidak dapat dijadikan alasan untuk membatalkan.
Popularity: 5% [?]
Mungkin ini juga Anda perlukan
- TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia
- Grand Final Lomba Inovasi Bisnis Pemuda tahun 2011
- TABVAGANZA KOTAKOM Jember di Matahari Dept Store
- BURSA KERJA UNEJ CAREER FAIR 2
- Jadwal SIM Keliling bulan april 2012 POLRES Jember
- Jember Fashion Carnaval X (10) tahun 2011
- Bupati Jember periode 2010-2015 dilantik hari ini
- festival gerak jalan egrang TANOKER Ledokombo
- Jember Juara 1 Lomba Inovasi Bisnis Pemuda tahun 2011 KEMENPORA
- Pengesahan penerimaan hasil rekruitmen eksternal tingkat SLTA PERUM PERHUTANI tahun 2011









